Kunci Jawaban Latihan UTS IPS kelas 6

di bawah ini adalah kunci jawaban latihan UTS IPA kelas 6 semester gasal. silahkan dikoreksi kembali…
apabila ada kesalahan penulisan, silahkan segera menghubungi penulis
thx

pilihan ganda
1. b 11. b 21. a 31. b 41. d 51. a
2. a 12. b 22. d 32. a 42. c 52. c
3. c 13. d 23. c 33. b 43. b 53. a
4. b 14. d 24. d 34. a 44. a 54. b
5. b 15. b 25. a 35. d 45. a 55. a
6. d 16. a 26. a 36. d 46. b 56. c
7. b 17. c 27. b 37. d 47. d 57. c
8. a 18. d 28. c 38. b 48. a 58. d
9. d 19. d 29. d 39. c 49. d 59. –
10. b 20. a 30. c 40. c 50. c 60. a

isian singkat
1. bakau/ mangrove
2. badak
3. kimia/ anorganik
4. serangga
5. air raksa/ merkuri
6. organik
7. perburuan liar/ perburuan ilegal
8. pohon kepel
9. hutan
10. padang rumput/ savana
11. lidah panjang dan lengket
12. akar yang pajang dan menembus ke dalam tanah
13. rawa-raw
14. sudu/ sekop
15. autotomi/ memutuskan ekornya
16. menarik lalat untuk membantu penyerbukan
17. pendengaran
18. probosis
19. indera peraba/ kaki
20. lingkungan kering/kurang air/ tandus/ padang pasir
21. set telur/ ovum
22. plasenta/ ari-ari
23. spora
24. umbi batang
25. serabut
26. benang sari
27. angin
28. penyerbukan
29. sendiri
30. nyamuk

isian panjang
1. lidah panjang dan lengket : untuk menangkap mangsa/ mencari makan
autotomi/ memutuskan ekor : menghindari/ mengelabuhi musuh/ predator/ pemangsa
kaki beralur dan lengkket : menempel dan berjalan di dinding
2. daun lebar : mempercepat penguapan
batang berongga : membantu dan mengapung
akar menancap di dasar tanah/ perairan : agar tidak hanyut terbawa arus air
3. untuk memenuhi kebutuhan nitrogen yang diperlukan oleh tumbuhan tersebut
4. batang berlapis lilin, daun berbentuk duri, akar panjang menembus kedasar bumi
5. meninggalkan jejak berupa bau yang khas
6. menstruasi, suara melengking dll
7. wanita tersebut akan mengandung/ membentuk janin/ embrio
8. sifat sama dengan induknya, cepat berbuah, menjadi tumbuhan perdu/ tidak terlalu tinggi
9. lebah memerlukan nektar
10. umbi akar tidak dapat tumbuh sedangkan umbi batang dapat tumbuh menjadi tumbuhan baru
11. kebutuhan makanan di hutan berkurang dll
12. merusak/ mengganggu keseimbangan ekosistem
13. biotik dan abiotik
14. tidak diburu sembarangan, dibuatkan tempat perlindungan satwa dll
15. semua orang

Leave a comment »

Jawaban Ulangan IPA Bab 2

berikut ini saya sampaiakn kunci jawaban untuk ulangan materi IPA bab 2. pokok bahasan Perkembangbiakan Makhluk Hidup.
silahkan dikoreksi dan dipelajari kembali 😉

pilihan ganda
1. a 11. a 21. b 31. b 41. a
2. b 12. d 22. a 32. a 42. b
3. d 13. c 23. b 33. c 43. d
4. d 14. b 24. b 34. a 44. c
5. a 15. b 25. c 35. a 45. a
6. b 16. d 26. b 36. c 46. c
7. a 17. c 27. b 37. a 47. c
8. b 18. a 28. c 38. c 48. a
9. a 19. b 29. d 39. d 49. a
10.d 20. c 30. c 40. d 50. d

isian singkat
1. pertumbuhan
2. antara 5 sampai 6 bulan
3. melahirkan/ vivipar
4. generatif/ perkawinan
5. geragih/ stolon
6. generatif/ perkawinan
7. ovipar/ bertelur
8. tunas
9. benangsari
10. susu/ kelenjar susu
11. pembuahan
12. penyerbukan
13. alami dan buatan
14. vegetatif
15. hewan/serangga, angin, air, manusia
16. pisang, bambu, dll
17. kucing, gajah, sapi, dll
18. jatuhnya serbuksari ke kepala putik
19. menyusui/ melahirkan
20. ovipar, vivipar, ovovivipar
21. generatif
22. embrio/ janin
23. remaja/ puber
24. menstruasi/ haid
25. diluar tubuh induknya
26. melahirkan
27. tunas
28. penyerbukan
29. tunas adventif
30. cangkok

isian panjang
1. tumbuh adalah bertambahnya jumlah sel, bertambahnya ukuran tinggi dan dan besar sedangkan berkembang dalah mulai
matangnya hormon-hormon atau sel-sel tertentu mulai dapat bekerja/ berfungsi
2. tumbuh jakun, dada bidang, mimpi basah, tumbuh rambut halus disekitar kemaluan, suara menjadi lebih berat
3. ovipar, vivipar, ovovivipar
4. terjadi penyerbukan atau jatuhnya serbuksari ke kepala putik
5. tunas, spora, membelah diri, kultur jaringan dll
6. mulai dari didalam kandungan, bayi, anak-anak, remaja, dewasa, tua, lanjut usia
7. lihat jawaban 1
8. laki-laki : tumbuh jakun, dada bidang, mimpi basah, dll
perempuan : menstruasi, pinggul membesar, dll
9. mandi teratur, membersihkan organ vital setelah BAB/ BAK, menggunakan pakaian yang bersih, dll
10.cangkok, okulasi, stek, dll
11.bertambah banyak
12.lihat soal pilihan ganda no 19
13.sendiri : benangsari jatuk ke kepala putik dalam satu bunga
tetangga: benangsari jatuk ke kepala putik beda bunga tetapi masih satu puhon
silang : benangsari jatuk ke kepala putik beda pohon tapi jenisnya sama
bastar : benangsari jatuk ke kepala putik beda pohon dan beda tanaman
14.lihat jawaban no 8
15.tidak berdaun telinga, tidak menyusui, tidak memiliki kelenjar susu, umumnya berbulu, dll
16.didalam kandungan
17.pola pikir
18.ovipar: bertelur sedangkan ovovivipar bertelur-melahirkan
19.memperbanyak tumbuhan
20.kawin : adanya proses pembuahan yang melibatkan sel kelamin jantan dan betina
tidak kawin : perkembangbiakan tanpa adanya pembuahan, hanya melibatkan satu individu saja

mohon dikonfirmasi apabila ada kesalahan penulisan…..
thx

Leave a comment »

“Jangkrik” dongeng tanpa arah

Jangkrik, begitulah masyarakat hutan memanggilnya, walaupun dia tidak merasa sebagai seorang guru tapi karena dia berada di lingkungan sekolah rimba dan sehari-hari melakukan aktifitas disana maka masyarakat rimba menyebutnya begitu. Padahal dalam hati si jangkrik dia kesana hanya mencari kesibukan disela waktunya untuk mondar-mandir kesana-kemari sampai pohon dan rumput-rumput yang dilaluinya pun bingung terheran-heran. Dia hanya ingin menjadi sahabat bagi para siswa sekolah rimba tanpa sebuah kasta ataupun gelar yang menempel erat dipundak bagai sebuah dinasti yang terlalu mengkotak-kotakkan dan terlalu melebih-lebihkan
Suatu ketika, dihari yang panas dan disela-sela lompatannya yang tidak jelas, jangkrik bermaksud untuk mampir dan duduk sebentar ditempat kawan lamanya yaitu pohon beringin yang rindang sambil mencari inspirasi. Perlahan-lahan si jangkrik mendekati pohon tersebut dan kemudian dia berkata: “hai beringin, numpang leyeh-leyeh ya…” kemudian beringin yang kekar dan perkasa pun menjawabnya: “oh… silahkan bersantailah sejenak dibawah rindangnya dedaunanku.ha ha haa!!!”

Beringin: “dari tadi aku melihat kamu mondar-mandir kesana-kemari, sebenarnya apa yang engkau cari?”
Jangkrik: “rutinitas biasa dan aku suka melakukan ini, memang kenapa?” Tanya jangkrik heran
Beringin: “kamu itu guru.. kamu mengajarkan semua ilmu kepada anak-anak rimba, kenapa kamu tidak bersikap seperti guru-guru lain, mereka lebih tua dari kamu dan juga lebih hebat dari kamu, bahkan banyak dari mereka yang sudah mendapatkan gelar mahaguru. Ikutilah langkah mereka dan kamu juga nanti akan seperti mereka”
Jangkrik: “he hee…” (jangkrik tersenyum)
Beringin: “lho kok kamu malah tersenyum! Lihat dong si mahaguru bebek, mahaguru badak, mahaguru merak dan masih banyak lagi mahaguru-mahaguru lainnya. Mereka punya kemampuan dan kecakapan mengajar yang bagus, setiap pagi berangkat dan pulang disiang hari dengan pakaian yang bagus-bagus sampai-sampai dengan pakaiannya yang bagus tersebut tidak ada lalat yang berani menghinggapinya karena pasti akan terpeleset. Semua itu akan menjadi contoh bagi anak-anak rimba agar kelak ketika mereka dewasa mereka dapat meniru dan mempraktekkannya. Sedangkan kamu, apa yang akan mereka tiru?”
Jangkrik: “trus saya harus gimana dong! haruskan saya mencontoh mereka???”
Beringin: “tentu saja..! kemarin saya dengar katanya para mahaguru bisa menjadi semakin hebat seperti itu karena mereka telah memperdalam ilmu kemahaguruannya dipadepokan alas sebrang. Tidak ada salahnya kamu coba kesana dan katanya juga disana kamu akan diajarkan sampai benar-benar mendapatkan gelar mahaguru…”
Jangkrik: “baiklah..baiklah..baiklah.., akan saya coba, tapi apa iya ya….(jangkrik penasaran)
Apa hebatnya sich, saya kemarin tanya-tanya sama para mahaguru tidak ada yang ngasih jawaban jelas, semua cuma bilang bagus, asik, hebat. Mana kerennya dengan jawaban seperti itu” (berkata jangkrik dalam hati)
***
31.536.000 detik kemudian
Dalam kesehariannya seperti tidak terjadi apa-apa, dengan gaya dan tingkah polahnya, dengan deriknya seperti yang telah lalu dan kian berlalu. Semakin lama jangkrik menapaki hari, semakin dia bingung dengan keadaan yang terjadi dilingkungan tempai dia beraktifitas, sekolah rimba, untuk mondar-mandir kesana dan kemari. Setiap satwa yang ia temui memberi komentar yang beragam, mulai dari keluh, kesah, sampai kesan. Sampai-sampai saking bingungnya si jangkrik, dia hanya bisa tertawa geli dalam hati dengan komentar masyarakat satwa yang sangat beragam.
Masih teringat jelas dalam benak jangkrik disuatu sore menjelang gelap ketika dia lompat-lompat dipasar, bertemu orang tua ayam dan mengeluh tentang si anak ayam yang menangis merengek-rengek takut dimarahi mahaguru ayam karena harus mencarikan gambar-gambar ikan karena si anak ayam mendapat tugas dari sang mahaguru ayam, katanya gambar ikan akan ditempelkan didinding kelas ayam. Bla bla bla …..
Sambil loncat-loncat santai jangkrik melihat kelas-kelas yang kini sudah beraneka ragam, yang tadinya kelas ulat cuma di pucuk daun dan ga mau turun walaupun tunas daun sudah dipetik manusia, kini kelas ulat lebih mau berkreasi, sampai suatu ketika ada siswa ulat yang mengeluh, “mahaguru kaki saya sakit karena harus naik-turun terus”. Dengan ‘bijaksana’ mahaguru ulat berkata “anak-anak mari kita keatas lagi, seperti dulu lagi saja”. Sorak-sorai siswa ulat menyambut kebijaksanaan mahaguru ulat
Si jangkrik senyum lalu lompa-lompat ringan menuju kelas badak. Sesampai didepan kelas badak dia bingung dan bertanya dalam hati “lha mahaguru badak dimana kok ga kliatan culanya. Dialihkan pandangan kesekitar lingkungan kelas badak, waww…! samar-samar tak percaya ternyata mahaguru badak sedang berada dikubangan bersama mahaguru kerbau. Dengan sedikit menggerutu dan berlalu dengan lompatannya jangkrik berkata lirih “manstab jaya pokoe”
Dalam perjalanan menuju kelas bebek, jangkrik dikagetkan dengan suara bel istirahat. Teettttt……Dengan hati sedikit kesal, akhirnya jangkrik meloncat asal-asalan, sampai-sampai hampir menabrak siswa bebek yang ternyata juga sedang kesal kepada mahaguru bebek. “hai siswa bebek! Kenapa kamu begitu lemas, apa kamu lapar dan tidak punya uang untuk jajan?” tanya jangkrik sedikit menggoda. Dengan sedikit ketus siswa bebek menjawab, “siapa yang ga punya duit!!, saya capek!! masa dari pagi sampai istirahat cuma disuruh merangkum melulu sama mahaguru bebek”. Jangkrikpun berlalu sambil menggerutu “emang enak, hee”
Tak terasa lompatan-lompatan jangkrik membawanya menuju ke pohon beringin. Pohon yang sudah sekian lama tidak ia ajak ngombrol
Jangkrik: “he he hee… halo pak beringin, gimana kabarnya??” tanya jangkrik sedikit malu-malu
Beringin: “hai..! mahaguru jangkrik kemana aja kamu!! mentang-mentang sudah menjadi mahaguru, kamu tidak mau mampir lagi untuk berteduh dan bersantai sejenak dibawah rindangnya dedaunanku ini”.
Jangkrik: “mangap pak beringin bukan maksud daku untuk melupakan dikau dan jangan pula kau panggil aku mahaguru, aku lebih nyaman dipanggil jangkrik, karena inilah diriku yang sesungguhnya tanpa kasta ataupun gelar”
Beringin: “baiklah jangkrik.. saya dengar para mahaguru nanti siang akan menuju ke kahyangan untuk melihat dan memberi semangat pada dewa yang sedang menjalani penebusan dosa. Benarkah itu?? Dan juga katanya besok para mahaguru akan mengikuti konfrensi mahaguru sejagad raya lalu para siswa sekolah rimba disuruh belajar dirumah..?? Hebat ya para mahaguru..!!” Tanya beringin dengan nada bingung sedikit terkesan
Jangkrik: “ya begitulah kiranya. Emang dari mana hebatnya, masa mahaguru mo nengokin dewa aja motong jam pelajaran, mo konferensi aja menyuruh siswa belajar dirumah. Emang ga bisa po nengokin dewa tar setelah anak-anak sekolah rimba pulang, emang ga bisa po konferensi dilakukan saat hari libur..!!” Jawab jangkrik dengan ketus
Beringin: “lha kok kamu kok menentang keputusan para dewan mahaguru yang terhormat. Katanya wajib kan acara-acara tersebut!!”
Jangkrik: “ah biarin aja. Wong kewajiban saya sama Sang Pencipta aja masih sering terlupakan kok, ngapain juga saya ngikutin acara yang diwajibkan para dewan mahaguru. Mang dia mau saingan sama Sang Pencipta po?. Bikin acara wajib segala. Emang kalo saya atau salah satu anggota ga berangkat acara bakalan dibatalin po?, emang kalo saya berangkat, pasti bikin saya hebat po?”
Beringin: “ha ha haa….!!! ya sudahlah kalo kamu lebih memilih jalan yang berbeda dengan para mahaguru. Ikuti saja kata hatimu dan jadilah dirimu sendiri”

“sudah terlalu banyak para abdi rimba yang sudah jelas-jelas dibeli jiwa raganya oleh kerajaan rimba selalu mengutamakan hak dari kewajiban haruskah langkah itu diikuti?”

Leave a comment »

Bagaimana Energi Nuklir Diciptakan?

Suatu molekul, bagian terkecil suatu unsul kimia, terdiri dari setidaknya dua atom. Satu atom terdiri dari elektron, neutron dan proton. Neutron-neutron dan proton-proton bersama disebutkan inti atom atau ”nucleus”. Kalau ”nucleus” dari atom ini mengandung lebih banyak neutron daripada proton, dia tidak stabil dan akan mengeluarkan partikel-partikel dalam upaya menstabilkan diri. Proses emisi partikel dan gelombang elektromagnetik disebut sebagai radioaktifitas. Zat radioaktif dari atom yang tidak stabil itu adalah radiasi pengion.

Atom-atom yang besar dan berat di alam adalah jenis atom yang tidak stabil, karena itu sangat radiatif. Salah satu contoh atom yang tidak stabil ini adalah uranium. Kalau suatu nucleus dari atom yang tidak stabil menangkap suatu neutron, atom ini akan membelah. Proses ini disebut fisi. Proses fisi ini menghasilkan suatu reaksi berantai di mana neutron-neutron yang dilepaskan dari proses fisi akan menambah fisi di dalam, setidaknya terhadap satu nucleus yang lain. Pembelahan ini menghasilkan radiasi sinar gamma, suatu bentuk radiasi nuklir yang mematikan dan mengandung tingkat energi yang sangat tinggi.

Dalam sebuah reaktor nuklir, reaksi berantai tersebut perlu dikendali supaya tidak terjadi reaksi berbahaya seperti yang ada dalam ledakan senjata nuklir.

Energi yang dihasilkan dari proses fisi ini digunakan untuk memanaskan air agar menjadi uap air. Pada tahap ini, fungsi pembangkit listrik tenaga nuklir sesungguhnya sama saja dengan pembangkit listrik tradisional yang menggunakan bahan bakar fosil, seperti minyak, atau batu bara. Tenaga yang dihasilkan oleh uap air untuk menggerakkan turbin, yang kemudian menberikan tenaga ke suatu generator guna menghasilkan listrik. Semua reaktor nuklir yang menggunakan uap air sebagai penggerak turbin bekerja dengan prinsip serupa.

dikutip dari: http://www.greenpeace.org/seasia/id/campaigns/akhir-dari-zaman-nuklir/Komik_anti-nuklir/nuklir_dan_komik_Nuklir/

Leave a comment »

Idul Fitri 1434 H

Keluarga Besar Madrasah Ibtidaiyah AL Huda mengucapkan:
SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1434 H.
mohon maaf lahir dan batin

Untitled

Leave a comment »

JADWAL LIBUR

Berkaitan dengan bulan puasa Ramadhan 1434 H, menurut kalender pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Al Huda, yang mengacu pada kalender pendidikan dari Kementerian Agama Republik Indonesia, maka kami sampaikan waktu belajar dirumah untuk siswa MI AL HUDA.

Hari Kamis, 1 Agustus 2013 sampai dengan hari Jumat, tanggal 16 Agustus 2013 siswa MI AL HUDA belajar dirumah masing-masing.

Siswa masuk sekolah lagi mulai hari Senin, tanggal 18 Agustus 2013

 

Leave a comment »

Daftar Siswa Kelas 1

Daftar siswa yang diterima di MI AL HUDA tahun pelajaran 2013/2014 sebanyak 48 anak. Dibagi menjadi dua rombongan belajar yaitu kelas A dan kelas B. berikut ini kami sampaikan daftar siswa-siswinya

Kelas 1A
Wali Kelas Isti Yumanah, S.Pd.I
No Nama Siswa
1 Afif Multazamah
2 Ahmad Khozin
3 Barron Vicholas
4 Dheni Ramadhani
5 Dwi Nur Atika Sari
6 Evita Azzahra Devi
7 Farah Faida Fais
8 Fawwazul Amin
9 Hurun’in
10 Intan Ayu Amin Azzahra
11 Kaila Aulia Lathifa
12 Kharisma Nur Aini
13 Mezula Ceria Agasta
14 Moch. Alfian Rahmadani S
15 Muhammad Ar Robbi’u
16 Muhammad Faiz Pasya Fitrawan
17 Muhammad Farel Kurniawan
18 Muhammad Rifa’i
19 Muhammad Rifki Pratama
20 Nur Ramadhani Saputra
21 Ocha Elisa Putri
22 Rafli Surya Pratama
23 Revalino Yulian
24 Surya Eksanudin

Kelas 1B
Wali kelas Indri Sulistyaningsih, S.Ag
No Nama Siswa
1 Aditya Pamungkas
2 Ahmad Ferdi Aji Saputra
3 Akbar Risky Faturrahman Suseno
4 Alfian Ghani Saputra
5 Alvino Shevara Alfaruqi
6 Andre Setiawan
7 Annisa Wahyu Prastiwi
8 Augus Atoillah Siddiq
9 Auzi’ni Hilyata Firdausy
10 Cesyilia Prasasti
11 Choirul Aziz Ramadhani
12 Dedek Agus Wicaksono
13 Dinda Ramadani Syahfitri
14 Fatimah Nur Hidayah
15 Halimah Fitri Cahyani
16 Izdihar Muna Hidayat
17 Karunia Salsa F
18 Muhammad Furqon Kamil Gibran
19 Muhammad Rafi Anshory
20 Muhammad Wahyu Bima Saputra
21 Mustafa Alanshory
22 Nisa Ariyanto
23 Rifa’i Arbiyansyah
24 Uyyun Khifti Adjar

Leave a comment »